Subnetting
Subnetting
Oleh: Damar aufadzaky pratama
- Pengertian subnetting
Menurut Aheroz Dion Tico Subnetting Adalah Teknik Memecah Suatu Jaringan Besar Menjadi Jaringan Yang Lebih Kecil Dengan Cara Mengorbankan Bit Host ID Pada Subnet Mask Untuk Dijadikan Network ID Baru
Menurut Samuel Kadima Subnetting adalah proses pembuatan subnetwork (juga dikenal sebagai subnet) dalam suatu jaringan. Antarmuka jaringan dan perangkat dalam subnet dapat berkomunikasi satu sama lain secara langsung. Router memfasilitasi komunikasi antara subnet yang berbeda.
Menurut Agus Prihanto SubNetting adalah proses membagi sebuah network menjadi beberapa Sub-network
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan subnetting adalah Subnetting adalah teknik untuk membagi jaringan komputer menjadi sub-jaringan yang lebih kecil. Subnetting dapat dilakukan pada IP Address kelas A, B, dan C
- Metode CIDR
Menurut Agustinayosi CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A,kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.
Subnetmask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas-kelasnya yaitu :
· kelas C : /25 sampai /30 (dengan penghitungan pada octet ke 4)
· kelas B : /17 sampai /30 (dengan peghitungan pada octet ke 3 dan 4)
· kelas A : /8 sampai /30 (dengan peghitungan pada octet ke 2, 3, dan 4)
Konsep yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Tabelnya digambarkan sebagai berikut
contoh :
sumber https://agustinayosicicilia.wordpress.com/2013/10/23/menghitung-subnetting-cidr-dan-vlsm/
Menurut Alexander S. gilis CIDR (Classless Inter-Domain Routing atau supernetting) adalah metode penetapan alamat IP yang meningkatkan efisiensi distribusi alamat dan menggantikan sistem sebelumnya berdasarkan jaringan Kelas A, Kelas B, dan Kelas C.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan metode pengalamatan alamat IP yang menggunakan subnetting dan subnet mask untuk meningkatkan efisiensi perutean data di internet
Cara menghitung subneting
Menurut Nurul Huda Ada dua metode yang bisa kamu gunakan untuk menghitung subnet, yakni binary dan khusus. Baik metode manapun, unsur terpenting dalam perhitungan ini adalah empat poin ini: jumlah subnet > jumlah host tiap subnet > blok subnet > alamat host-broadcast.
Penulisan IP address paling umum adalah 192.168.1.2 atau 192.168.1.2/24. Tulisan paling akhir /24 diambil dari perhitungan nilai subnet mask 24 bit diselubungi dengan binary 1.
Artinya, subnet mask tersebut adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 (binary) atau 255.255.255.0 (decimal). Konsep ini dikenal dengan istilah Classless Inter-Domain Routing (CIDR) yang mulai diperkenalkan oleh IEFT pada tahun 1992 silam.
Untuk menemukan jumlah subnet-nya, kamu dapat menggunakan rumus jumlah subnet = 2x. Dalam hal ini, variabel ‘X’ yang dimaksud adalah binary 1 pada oktet terakhir kelas B dan binary 3 pada oktet terakhir kelas A.
Untuk menemukan jumlah host tiap subnet, kamu dapat menggunakan rumus 2y – 2. Variabel ‘Y’ di sini merupakan kebalikan dari ‘X’, yakni binary 0 pada oktet terakhir subnet.
Untuk menemukan blok subnet, kamu dapat menggunakan rumus 256 – 192 atau nilai oktet terakhir subnet mask = 64.
Untuk menemukan host-broadcast, kamu hanya perlu membuat kolom tabel subnet, host awal, host akhir, dan broadcast.
Jika proses subnetting IP address kelas C selesai, selanjutnya kamu hanya perlu melakukan metode perhitungan yang sama untuk setiap subnet lainnya.
Cara kerja subneting
Menurut Rexford A. Nyarko membagi jaringan menjadi beberapa subjaringan yang lebih kecil merupakan hal yang umum karena berbagai alasan. Proses ini dikenal sebagai subnetting
Menurut ravish natri Subnetting adalah proses yang dapat dipahami dalam 6 langkah:
Langkah 1 Tetapkan Alamat IP : Saat perangkat, seperti komputer atau router , terhubung ke jaringan, perangkat tersebut akan diberi alamat IP yang unik. Dalam IPv4, alamat ini berupa angka 32-bit yang direpresentasikan sebagai empat oktet (misalnya, 192.168.1.1).
Langkah 2 Memahami Strukturnya : Alamat IP terdiri dari dua bagian: bagian jaringan, yang mengidentifikasi jaringan tertentu, dan bagian host, yang mengidentifikasi perangkat individual dalam jaringan tersebut.
Langkah 3 Gunakan Subnet Mask : Subnet mask juga merupakan angka 32-bit yang membantu menentukan bagian mana dari alamat IP yang merupakan jaringan dan bagian mana yang merupakan host. Misalnya, subnet mask 255.255.255.0 menunjukkan bahwa tiga oktet pertama mewakili jaringan (192.168.1) dan oktet terakhir mewakili host (1).
Langkah 4 Hitung Subnet : Untuk membuat subnet, Anda meminjam bit dari bagian host alamat IP untuk membentuk alamat jaringan tambahan. Misalnya, jika Anda memerlukan empat subnet dari alamat Kelas C (mask default 255.255.255.0), Anda dapat mengubahnya menjadi 255.255.255.192, yang memungkinkan empat subnet dengan masing-masing 62 alamat host yang dapat digunakan.
Langkah 5 Identifikasi Alamat Jaringan dan Siaran : Setiap subnet akan memiliki alamat jaringan yang unik (alamat pertama dalam rentang) dan alamat siaran (alamat terakhir dalam rentang). Alamat-alamat ini penting untuk merutekan lalu lintas di dalam dan di antara subnet.
Langkah 6 Terapkan Perutean : Perangkat dalam setiap subnet dapat berkomunikasi langsung satu sama lain tanpa harus melalui gateway, meningkatkan kecepatan dan mengurangi lalu lintas jaringan secara keseluruhan.
Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah ini, subnetting memungkinkan pengelolaan alamat IP yang efisien sekaligus meningkatkan komunikasi dalam jaringa
Dari pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa cara kerja subneting yaitu dengan cara membagi jaringan menjadi sub jaringan yang lebih kecil
Fungsi subneting
Menurut nimas fungsi dilakukan subnetting diantaranya yaitu:
- Membantu mengembangkan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.
- Mengurangi lalu lintas jaringan sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan terjadi collision atau tabrakan data.
- Kerja jaringan bisa lebih dioptimalkan.
- Membuat pengelolaan jaringan jadi lebih sederhana.
Menurut nurul huda Selain memecah jaringan, ada beberapa fungsi subnet mask lain yang berkaitan dengan pembuatan alokasi IP address jaringan. Hal ini berguna untuk meningkatkan kinerja IP address tersebut sehingga dapat dijalankan lebih optimal.

Komentar
Posting Komentar